Pertunjukan Eksperimental Multidispliner Zie telah Sukses Diadakan

evans gunawan
Bertempat di Teater Utan Kayu, Pertunjukan Eksperimental Multidispliner berjudul Zie mendapat sambutan hangat dari para penonton. Pertunjukan yang memadukan seni tari, suara, kostum, dan instalasi ini sukses digelar di Teater Utan Kayu pada hari Sabtu, 14 September 2019 pukul 19.30 – 21.00. Antusisme penonton ini dapat dilihat dari kursi yang dipadati oleh penonton hingga tak tersisa.

Pada saat penonton masuk ke ruang teater, acara dibuka langsung oleh pertunjukan yang mengangkat keberagaman yang ada di Bugis ini. Melalui ketubuhan, satu per satu penari muncul dari tengah-tengah penonton menuju arena pertunjukan. Para penari mengeksplorasi keberagaman identitas sesuai dengan ketubuhannya. Kemudian, satu per satu merespon instalasi dan kostum yang ada di panggung. Sampai akhirnya mereka bergerak menafsirkan keberagaman identitas dalam budaya Bugis.

Seperti yang diketahui, Cakramurti Collective mendapat dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation dan Teater Utan Kayu dalam pementasan karya ini. Karya ini diproduseri oleh Gusti Cakramurti yang berlaku juga sebagai direktur artistik, bersama dengan Elgana sebagai perancang kostum dan Jasmine Ansori sebagai vokalis. Berkolaborasi juga dengan penari berbakat, yaitu Josh Marcy, Fitri Anggraini, Razan Mohamad, dan Try Anggara, serta komposer musik mumpuni Yennu Ariendra.

Teater Utan Kayu ini dipilih untuk menunjang konsep pertunjukan imersif yang dibawakan Cakramurti Collective, dimana tidak ada sekat antara penonton dan penampil. Konsep ini sejalan dengan isu yang diangkat dalam pertunjukan dimana peran penampil merupakan bagian dari society. Penonton dan penampil seolah melebur menjadi satu dalam satu ruang pertunjukan.

Selama 45 menit penonton disuguhi dengan pertunjukan yang dimanjakan dengan tata cahaya yang eksperimentatif, dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh MC bersama Cakramurti Collective dan penonton. Sesi tanya jawab hanya terbatas oleh dua orang penanya. Gusti tidak menyangka akan respon positif yang diberikan oleh penonton.

Baca Juga  FESPIN 2022 Festival Payung Indonesia !

Menurut Gusti, selaku produser Cakramurti Collective, karya ini akan terus dikembangkan dalam medium yang sama (pertunjukan) maupun berbeda, misalnya film dan lainnya dan ia ingin melakukan riset lebih dalam lagi mengenai konsep karya ini. Ia juga berencana untuk melakukan pentas keliling dengan karya ini jika mendapatkan kesempatan lagi di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lets work together

Need a successful project?

Estimate Project
Or call us now (+62) 8123 593 4566